Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Sunday, May 27, 2018
Sunday, January 15, 2012
9 Trik Dalam Mengawasi Anak Online
Tidak ada cara yang lebih baik dalam mengamankan anak dari ancaman dunia maya selain mengedukasi mereka dengan segudang informasi tentang bahaya dan risiko yang mengintai mereka di internet.
Memang ada software parental control yang menawarkan solusi efektif untuk memonitoring aktivitas anak saat online. Namun tools ini hanyalah sebagai alat bantu dan seharusnya tidak dijadikan ’satpam’ pengganti orang tua. Tidak serta merta dengan menggunakan software ini, menginstalnya di komputer lalu mengamati aktivitas anak dari jarak jauh, maka anak dijamin aman dari ancaman dunia maya.
Ingatlah bahwa ngenet tidak hanya dapat dilakukan lewat komputer. Di jaman yang makin canggih ini, anak juga berinteraksi dengan orang lain lewat ponsel yang sudah terkoneksi internet, atau mengakses Facebook dan Twitter dari PC sekolah atau komputer di rumah temannya. Kalau sudah begini, maka software parental tidak akan berguna.
Ada kalanya anak yang sudah menginjak remaja tidak suka jika orangtuanya memata-matai aktivitas onlinenya. Memakai software parental control adalah lain hal, coba lakukan cara lain yang lebih bijak seperti yang dipaparkan berikut ini. Tentu saja, trik-trik di bawah ini tidak semuanya harus diterapkan, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan usia anak.
1. Jadilah temannya di Facebook
Cara pertama, buatlah kesepakatan dengan anak Anda bahwa jika ia ingin membuat akun Facebook maka ia harus berteman dengan Anda selaku orangtuanya, bisa ibu dan/atau ayah. Aturan ini tidak bisa dinego. Jika anak menginginkan membuat akun Facebook maka ia harus setuju dengan aturan ini.
Hilangkan Gengsi Minta Maaf Terhadap Anak
Menjadi Orangtua bukan berarti selalu benar, Tak jarang Orang tua melakukan kesalahan kepada anak, sehingga membuat hubungan terganggu terhadap anak, Masih banyak Orangtua yang merasa benar dengan sendirinya, padahal belum tentu benar menurut anak, dan sering kita tidak menyadari pentingnya Minta maaf terhadap anak-anak kita, berikut tips jitu bagaimana minta maaf terhadap anak kita tanpa mengurangi wibawa sebagai Orangtua *sesuai pengalaman pribadi :)*:
Mengaku bersalah
· Sadari bahwa anda telah membuat kesalahan, dan akui itu padanya. Inilah salah satu faktor penting dalam meminta maaf. Tak jarang ini sulit dilakukan, karena orangtua merasa gengsi. Lupakan gengsi, kalau memang tak ingin masalah terus berlarut.
Tulus
· Ketika meminta maaf, anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui ketika anda membohonginya tentang hal ini. berilah Maaf yang serius." Ka..Maafin Ummi Sayaaang, ummi salah, Ummi udah menyalahkan Kaka...Ummi akan hati-hati lagi knapa Kaka sampe mukul Azzam" padahal pengalaman ini Azzamlah yang duluan mukul kakanya, karena Kakanya lagi asyik nonton...tanpa sadar, setelah azzam mukul otomatis c kaka mukul kembali adiknya, yang terlihat terakhir, Kakanya yang mukul..kakanya yang salah, padahal nggak begitu, si adiknya disini yang salah...(kasus kecil deh :)) kalo bisa ampe nangislah kita minta maaf, biar terlihat tulus dan serius hehee
Wednesday, October 26, 2011
Nabi Muhammad Sangat Mencintai Anak Yatim Bagaimana Dengan Kita?
Nabi Muhammad Saw terkenal dengan perhatian dan kasih sayangnya kepada anak yatim. Bukan saja karena beliau dilahirkan dalam keadaan yatim, tetapi juga karena al-Qur’an memberi tempat istimewa bagi golongan ini.
Coba cermati dua hadits berikut ini: “Aku dan pengasuh anak yatim [kelak] di surga seperti dua jari ini” [HR. Bukhari] --saat mengucapkan kalimat itu, Rasulullah menunjuk jari telunjuk dan jari tengah sembari merapatkan keduanya. Dan, “Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan [diasuh] dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk.” [HR. Ibnu Majah].
Kedua hadits tersebutmenerangkan dengan jelas bahwa Nabi Saw memberi perhatian lebih kepada anak yatim. Beliau lahir ke dunia dalam keadaan yatim. Allah swt berfirman, "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya [dengan bersyukur]. " [QS ad-Dhuh: 6-11].
Konsep Mendidik Anak Menurut Syariat Islam
Pendidikan anak dimulai dari awal pernikahan hingga hadir seorang anak dalam rumah tangga.
Anak merupakan salah satu anugerah terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada seluruh umat manusia. Kehadiran seorang anak dalam sebuah rumah tangga akan menjadi generasi penerus keturunan dari orang tuanya.
Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah berkata, ''Sesungguhnya, setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fithrah, Islam). Dan, karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.''
Penjelasan ini menegaskan bahwa sesungguhnya setiap anak yang dilahirkan itu laksana sebuah kertas putih yang polos dan bersih. Ia tidak mempunyai dosa dan kesalahan serta keburukan yang membuat kertas itu menjadi hitam. Namun, karena cara mendidik orang tuanya, karakter anak bisa berwarni-warni: berperangai buruk, tidak taat kepada kedua orang tuanya, dan tidak mau berbakti kepada Allah SWT.
Tuesday, October 25, 2011
Cara Mengetahui Potensi Diri Dan Bakat Terpendam Pada Anak Balita
Bingung menggali Potensi dan bakat terpendam yang dimiliki anak anda?? Ternyata sekarang tidaklah sulit untuk menggali potensi diri dan bakat yang dimiliki anak. Sekarang potensi dan bakat tersebut bisa dideteksi dan diketahui hanya melalui pemindaian sidik jari. Teknik pemindaian sidik jari ini bisa membaca kelebihan dan kekurangan anak dan solusinya dengan tingkat keakurasian sekitar 95 persen. Setiap masing-masing individu (anak) ternyata memiliki bakat, potensi diri, keunikan dan kelebihan masing-masing yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan Keunikan anak ini diperoleh semenjak anak tersebut dilahirkan. Sebagian besar orang tua ingin mengetahui potensi diri dan bakat anaknya dengan tujuan agar si orang tua dapat menentukan metode pendidikan yang sesuai dan cocok untuk mental dan bakat yang dimiliki sang anak.
Kebanyakan orang tua selalu berusaha dalam menemukan bakat terpendam yang dimiliki oleh anaknya dilakukan dengan mengamati perilaku dan tindakan yang dilakukan si anak tersebut dalam pola kehidupannya. Orang tua cenderung mengarahkan bakat terpendam yang dimiliki oleh anak tersebut dengan memberikan pendidikan yang sesuai dengan bakat si anak tersebut. Misal anak yang mempunyai kesenangan terhadap musik, maka biasanya oleh orang tuanya anak tersebut dimasukkan ke sekolah musik untuk mengoptimalisasi potensi diri dan bakat terpendamnya. Begitu pula, apabila sang anak gemar bermain sepak bola, maka orang tua mengarahkan anak untuk mengikuti latihan epak bola di sebuah klub sepak bola.
Monday, October 24, 2011
Cara Mengenali Sifat Anak Dan Implikasinya
Andi (usia 3 tahun) mendekati ayahnya yang sedang membaca koran.
“Liat dong Pa...” pinta Andi sambil menarik koran yang dipegang ayahnya.
“Aduh... kamu ganggu aja! Sana baca buku punyamu sendiri!” Ayahnya tampak kesal.
“Ahh.... Ayah pelit!”
Andi berlari menuju ke arah Ibunya yang sedang menonton TV.
“ Maa... itukan Ryan yaaa...” Kata Andi menunjuk gambar di TV
“Heh... kamu kok tahu..?” Ibunya mengerutkan wajah heran.
“Iya... diakan Homo yaaa Ma?” Andi terus berceloteh tanpa peduli keheranan ibunya.
“Hei...darimana kamu tahu kata-kata itu?” Ibunya langsung mematikan TV dan menginterogasi Andi yang keheranan melihat Ibunya tiba-tiba marah padanya.
Sebagai orang tua, kita sering terkaget-kaget mengetahui bahwa anak kita ternyata bisa mengatakan atau mengemukakan atau melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anak seumurnya. Kita sering tidak percaya kalau anak kita tahu tentang banyak hal. Yaa... kita sering merasa bahwa kita tidak mengenal anak kita sendiri. Tetapi benarkah kita benar-benar sudah mengenal anak kita sendiri? (terutama yang masih berusia dini). Berikut ini, saya sampaikan beberapa karakteristik anak usia dini (lahir – 8 tahun) dan bagaimana implikasinya bagi orangtua atau guru (pendidik).
“Liat dong Pa...” pinta Andi sambil menarik koran yang dipegang ayahnya.
“Aduh... kamu ganggu aja! Sana baca buku punyamu sendiri!” Ayahnya tampak kesal.
“Ahh.... Ayah pelit!”
Andi berlari menuju ke arah Ibunya yang sedang menonton TV.
“ Maa... itukan Ryan yaaa...” Kata Andi menunjuk gambar di TV
“Heh... kamu kok tahu..?” Ibunya mengerutkan wajah heran.
“Iya... diakan Homo yaaa Ma?” Andi terus berceloteh tanpa peduli keheranan ibunya.
“Hei...darimana kamu tahu kata-kata itu?” Ibunya langsung mematikan TV dan menginterogasi Andi yang keheranan melihat Ibunya tiba-tiba marah padanya.
Sebagai orang tua, kita sering terkaget-kaget mengetahui bahwa anak kita ternyata bisa mengatakan atau mengemukakan atau melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh anak seumurnya. Kita sering tidak percaya kalau anak kita tahu tentang banyak hal. Yaa... kita sering merasa bahwa kita tidak mengenal anak kita sendiri. Tetapi benarkah kita benar-benar sudah mengenal anak kita sendiri? (terutama yang masih berusia dini). Berikut ini, saya sampaikan beberapa karakteristik anak usia dini (lahir – 8 tahun) dan bagaimana implikasinya bagi orangtua atau guru (pendidik).
Cara Mendidik Anak Supaya Menjadi Anak Yang Sholeh Dan Sholehah
Rasulullah saw bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakan untuknya.” (HR. Muslim)
Anak-anak adalah anugerah dari Allah swt yang tentunya sangat berharga bagi orangtuanya. Anak-anak juga merupakan amanah yang dipercayakan Allah swt kepada orangtua, yang harus dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar mereka bisa mendapatkan keselamatan di dunia dan di akhirat.
Bila kita telah menikah dan membentuk sebuah rumah tanggah, tentunya kita berharap untuk dikaruniai anak-anak yang baik, sholeh dan sholehah, yang bukan saja dapat membahagiakan orangtuanya di dunia, namun juga bisa menyelamatkan orangtuanya di akhirat kelak. Seperti dalam sabda Rasulullah saw, “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholeh yang mendoakan untuknya.” (HR. Muslim)
Cara Mengatasi Anak Yang Malas Belajar
Seringkali para orang tua dan guru mengukum dan menghina anak yang malas. Hal ini menimbulkan rasa kurang puas pada anak, sang anak akan kehilangan kepercayaan diri dan runtuh kepribadiannya. Padahal kemalasan itu amat membutuhkan simpati, kasih sayang dan penanganan yang tepat. Untuk itu upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi anak malas belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Memberi Sentuhan pada Titik Peka Anak
Sebagai orang tua sekaligus sebagai pendidik bagi anak harus memiliki kesabaran untuk memulai menyentuh titik peka anak dengan memberi perhatian khusus pada hal-hal yang amat menarik perhatian anak. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh tanggapan dan perhatian anak. Dengan demikian anak tentunya akan terbuka menerima pendapat dengan perasaan senang dan gembira, bebas dari perasaan tertekan, takut dan terpaksa. Pada akhirnya aanak akan menerima pemahaman, betapa penting dan dibutuhkan proses belajar untuk mencapai tujuan (memperoleh keperkasaan menurut daya nalarnya). Dalam hatinya pun tergerak untuk melakukan dan merencanakan kegiatan belajarnya. Hanya saja di sini dibutuhkan kesabaran anda untuk melakukan pendekatan kepada anak.
Sunday, October 23, 2011
Cara Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar
SEKOLAHDASAR.NET - Pembelajaran matematika yang baik menuntut penggunaan metodemetode
pembelajaran yang bervariasi. Hal ini masuk dalam logika, karena suatu
topik matematika, kadang-kadang dapat diajarkan secara lebih baik hanya
dengan metode tertentu. Jika guru matematika hanya menggunakan satu jenis
metode mengajar, maka akan membuat para siswa menjadi lebih cepat bosan
atau jemu terhadap pesan yang disajikan.
Terdapat banyak metode pembelajaran matematika di Sekolah Dasar yang
digunakan antara lain :
1. Metode Ekspositori
Metode eksposition sering disebut dengan metode ceramah, guru
menjelaskan dan menyampaikan informasi, pesan atau konsep kepada
siswa. Langkah-langkah pengajaran eksposition adalah sebagai berikut :
Pertama, guru menuliskan topik, menginformasikan tujuan pembelajaran,
menyampaikan dan mengulas materi prasyarat, serta memotivasi siswa.
Kedua, guru menjelaskan dan menyajikan pesan kepada siswa dengan lisan
atau tertulis.
Ketiga, guru meminta siswa mengerjakan soal dengan menggunakan
konsep yang disampaikan guru.
pembelajaran yang bervariasi. Hal ini masuk dalam logika, karena suatu
topik matematika, kadang-kadang dapat diajarkan secara lebih baik hanya
dengan metode tertentu. Jika guru matematika hanya menggunakan satu jenis
metode mengajar, maka akan membuat para siswa menjadi lebih cepat bosan
atau jemu terhadap pesan yang disajikan.
Terdapat banyak metode pembelajaran matematika di Sekolah Dasar yang
digunakan antara lain :
1. Metode Ekspositori
Metode eksposition sering disebut dengan metode ceramah, guru
menjelaskan dan menyampaikan informasi, pesan atau konsep kepada
siswa. Langkah-langkah pengajaran eksposition adalah sebagai berikut :
Pertama, guru menuliskan topik, menginformasikan tujuan pembelajaran,
menyampaikan dan mengulas materi prasyarat, serta memotivasi siswa.
Kedua, guru menjelaskan dan menyajikan pesan kepada siswa dengan lisan
atau tertulis.
Ketiga, guru meminta siswa mengerjakan soal dengan menggunakan
konsep yang disampaikan guru.
Wednesday, October 5, 2011
Cara Menghapal Cepat
Cara untuk dapat menghafal dengan cepat antara lain adalah :
1. Panca Indera
Di dalam membaca keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.
Di dalam membaca keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.
2. Membuat Kesan
cara supaya sesuatu dapat diingat membuat menjadi lebih berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.
cara supaya sesuatu dapat diingat membuat menjadi lebih berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.
3. Mainkan Emosi
Untuk memainkan emosi dengan membuat kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.
Untuk memainkan emosi dengan membuat kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.
Sunday, October 2, 2011
Perkembangan Psikologi Anak Dalam Kehidupan Sosial
Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.
Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
Cara Membuat Anak Pintar Dan Cerdas
Cara membuat anak Balita menjadi pintar/cerdas. Hmm sepertinya ini sebuah topik yang sangat menarik bagi para orang tua, entah apakah anda seorang ayah atau ibu. Karena anak merupakan salah satu aset masa depan yang tak tergantikan. Mereka adalah harapan kita untuk masa depan yang lebih baik. Jadi, sangat penting sekali untuk memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan mereka di masa depan. Diantaranya adalah bagaimana cara kita mendidik mereka agar perkembangan otaknya optimal dan maksimal.
Dan seperti yang umum diketahui oleh kita, bahwa masa balita adalah masa di mana seorang anak perkembangan otaknya sangat cepat. Mereka mempunyai kemampuan luar biasa untuk menangkap kepandaian dan informasi baru dibanding yang anak yang lebih tua.
Berikut ini tips cara membuat anak menjadi pintar dan cerdas. Diharapkan mampu melatih dan mendorong balita anda agar memiliki otak yang cerdas atau bahkan jenius.
1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.
3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.
4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.
Dan seperti yang umum diketahui oleh kita, bahwa masa balita adalah masa di mana seorang anak perkembangan otaknya sangat cepat. Mereka mempunyai kemampuan luar biasa untuk menangkap kepandaian dan informasi baru dibanding yang anak yang lebih tua.
Berikut ini tips cara membuat anak menjadi pintar dan cerdas. Diharapkan mampu melatih dan mendorong balita anda agar memiliki otak yang cerdas atau bahkan jenius.
1. Mengajak bicara. Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.
2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas. Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.
3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing. Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.
4. Beli software komputer untuk anak balita. Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.
Hati-hati!! Aktivasi Otak Tengah Ternyata Bohong dan Tidak Ilmiah
Batubara (voa-islam.com) – Menanggapi maraknya seminar aktivasi otak tengah yang biayanya jutaan rupiah, Guru besar dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Profesor Syaiful Sagala mengimbau masyarakat Sumatera Utara (Sumut) agar lebih berhati-hati mengikuti apa yang disebut sebagai program pemberdayaan otak tengah.
Program ini kini mulai menjamur di tengah masyarakat, khususnya di kalangan siswa sekolah. “Dalam dunia pendidikan sama sekali tidak dikenal adanya metode pemberdayaan otak tengah. Lagipula, itu katanya disebut dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Tidakadaitu,”tutur Syaiful Sagala. Sejauh ini metode pemberdayaan otak tengah belum teruji. Itulah yang menuntut kehati-hatian.”
...’’Kalau ada yang bilang bahwa otak tengah itu ada, itu bohong. Sejauh saya jadi dokter dalam anatomi tubuh manusia, tidak ada otak tengah itu. Saya berani bilang itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” papar Surya Darma...
Lagipula, yang saya ketahui otak tengah itu tidak ada dalam anatomi tubuh manusia,’’ papar profesor bidang pascasarjana itu. Dunia pendidikan hanya mengenal tiga metode yang biasa diterapkan, yakni konstruktifisme, efektifisme, dan humanis. Ketiga metode itu diterapkan melalui proses bertahap dan terus menerus, bukan seperti pemberdayaan otak tengah yang cenderung bersifat instan.
Program ini kini mulai menjamur di tengah masyarakat, khususnya di kalangan siswa sekolah. “Dalam dunia pendidikan sama sekali tidak dikenal adanya metode pemberdayaan otak tengah. Lagipula, itu katanya disebut dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Tidakadaitu,”tutur Syaiful Sagala. Sejauh ini metode pemberdayaan otak tengah belum teruji. Itulah yang menuntut kehati-hatian.”
...’’Kalau ada yang bilang bahwa otak tengah itu ada, itu bohong. Sejauh saya jadi dokter dalam anatomi tubuh manusia, tidak ada otak tengah itu. Saya berani bilang itu tidak dapat dipertanggungjawabkan,” papar Surya Darma...
Lagipula, yang saya ketahui otak tengah itu tidak ada dalam anatomi tubuh manusia,’’ papar profesor bidang pascasarjana itu. Dunia pendidikan hanya mengenal tiga metode yang biasa diterapkan, yakni konstruktifisme, efektifisme, dan humanis. Ketiga metode itu diterapkan melalui proses bertahap dan terus menerus, bukan seperti pemberdayaan otak tengah yang cenderung bersifat instan.
Bagaimana Tinjauan Masalah “ Aktifasi Otak Tengah” menurut syariat islam
14 Votes
Akhir-akhir ini banyak dibicarakan munculnya metode ‘Aktifasi Otak Tengah’. Metode ini mengklaim mampu meningkatkan kemampuan anak setelah otak tengahnya diaktifasi. Menurut situs otaktengah.com, seorang anak yang sudah diaktifasi otak tengahnya mampu ‘melihat’ dengan mata ditutup, misalnya dapat menebak angka-angka di kartu bridge, berjalan dengan melewati rintangan, ataupun dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.
Sungguh luar biasa memang. Suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia normal. Apalagi kemampuan seperti itu bisa didapat hanya dengan 2 hari.
Akhir-akhir ini banyak dibicarakan munculnya metode ‘Aktifasi Otak Tengah’. Metode ini mengklaim mampu meningkatkan kemampuan anak setelah otak tengahnya diaktifasi. Menurut situs otaktengah.com, seorang anak yang sudah diaktifasi otak tengahnya mampu ‘melihat’ dengan mata ditutup, misalnya dapat menebak angka-angka di kartu bridge, berjalan dengan melewati rintangan, ataupun dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.
Sungguh luar biasa memang. Suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia normal. Apalagi kemampuan seperti itu bisa didapat hanya dengan 2 hari.
Friday, September 23, 2011
Mendengar Aktif
Aktif, mendengar efektif, merupakan kebiasaan,
sebagaimana dasar komunikasi aktif.
sebagaimana dasar komunikasi aktif.
Tujuan mendengar aktif terpusat pada siapa yang Anda dengarkan, meskipun di dalam kelompok atau perorangan, dengan tujuan untuk mengerti apa yang ia katakan. Sebagai pendengar, Anda kemudian harus mungkin mengulang kembali dengan kata-kata Anda sendiri apa yang mereka katakan tentang kepuasan mereka. Ini tidak berarti Anda setuju, tetapi cenderung pada, mengerti apa yang mereka katakan.
Apa yang mempengaruhi ketika mendengar?
| Apa yang Anda pikirkan tentang suatu pokok pikiran? Apakah ini baru atau Anda mempunyai banyak pengalaman tentang itu? Apakah sulit dimengerti atau sederhana? Apakah penting untuk Anda atau hanya suatu lelucon? | Apakah pembicara berpengalaman atau gelisah? Apa isyarat yang digunakan pembicara? Apa kerangka pikirannya? Bagaimana minat, ancaman, kecerdasan, dan seterusnya, dan seterusnya.? |
![]() | |
| Apakah pesan diilustrasikan secara visual atau dengan contoh? Apakah teknologi d?unakan secara efektif (berdaya guna)? Apakah konsep-konsep dikenalkan secara bertahap, atau dengan contoh? | Apakah ruang cukup mendukung untuk mendengar? atau untuk berinteraksi atau bertukar pikiran dengan pembicara? Apakah ada gangguan yang dapat dihindarkan? |
Gambaran berikut adalah faktor-faktor eksternal.
Sekarang : bagaimana tentang Anda, sebagai pusat, pendengar? Siapkan diri dengan sikap yang positif.
Sekarang : bagaimana tentang Anda, sebagai pusat, pendengar? Siapkan diri dengan sikap yang positif.
§ Konsentrasikan perhatian Anda pada subyek.
Berhenti dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya sebelum berorientasi dengan diri Anda pada pembicara atau topik (pokok persoalan).
Berhenti dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya sebelum berorientasi dengan diri Anda pada pembicara atau topik (pokok persoalan).
§ Pertimbangkan secara mental apa yang Anda sudah ketahui tentang subyek..
Aturlah berdasarkan materi terdahulu dalam kaitan dengan pengembangan selanjutnya.
(pelajaran-pelajaran sebelumnya, program televisi, artikel surat kabar, web sites, pengalaman hidup yang nyata sebelumnya, dan seterusnya)
Aturlah berdasarkan materi terdahulu dalam kaitan dengan pengembangan selanjutnya.
(pelajaran-pelajaran sebelumnya, program televisi, artikel surat kabar, web sites, pengalaman hidup yang nyata sebelumnya, dan seterusnya)
§ Menghindarkan Gangguan
Tempatkan diri Anda secara tepat dekat dengan pembicara.
Menghindarkan gangguan dari ( sebuah jendela, tetangga yang cerewet, ribut, dan seterusnya).
Tempatkan diri Anda secara tepat dekat dengan pembicara.
Menghindarkan gangguan dari ( sebuah jendela, tetangga yang cerewet, ribut, dan seterusnya).
§ Mengakui keadaan suatu emosi
Menangguhkan emosi sampai nanti, atau berpartisipasi secara pasif kecuali kalau Anda dapat mengendalikan emosi.
Menangguhkan emosi sampai nanti, atau berpartisipasi secara pasif kecuali kalau Anda dapat mengendalikan emosi.
§ Kesampingkan prasangka Anda, pendapat Anda.
Anda sekarang belajar apa yang dikatakan pembicara , tidak cara lain di sekitar.
Anda sekarang belajar apa yang dikatakan pembicara , tidak cara lain di sekitar.
Mendengar secara aktif
§ Menjadi arah lain; berkonsentrasi pada komunikasi dengan orang
Ikuti dan pahami pembicara sebagaimana kalau Anda berjalan dengan sepatu mereka.
Ikuti dan pahami pembicara sebagaimana kalau Anda berjalan dengan sepatu mereka.
§ Dengar dengan telinga Anda tetapi juga dengan mata dan pengertian lain.
§ Hati-hati: menjawab secara lisan bagian-bagian di dalam pembicaraan.
Biarkan argumentasi atau presentasi berlangsung sesuai dengan pelajaran.
Jangan Anda menyatakan setuju atau tidak, tetapi mendorong melatih pikiran.
Biarkan argumentasi atau presentasi berlangsung sesuai dengan pelajaran.
Jangan Anda menyatakan setuju atau tidak, tetapi mendorong melatih pikiran.
§ Melibatkan:
Secara aktif menanggapi mengarahkan pertanyaan
Gunakan posisi tubuh Anda ( misalnya, bersandar ke depan) dan perhatian pada dorongan dan tanda yang menarik dari pembicara.
Secara aktif menanggapi mengarahkan pertanyaan
Gunakan posisi tubuh Anda ( misalnya, bersandar ke depan) dan perhatian pada dorongan dan tanda yang menarik dari pembicara.
Kegiatan Berikutnya
| Satu lawan satu | Di dalam kelompok/penonton |
| Berikan si pembicara waktu dan ruang istirahat sesudah berbicara Nyatakan pemahaman sebagai bagian membangun kepercayaan dan dorongan di dalam dialog Periksa kalau Anda sudah mengerti § Nyatakan kembali kata kunci untuk memastikan pengertian Anda & buatlah dialog § Ringkasan kata kunci untuk memastikan pengertian Anda & buatlah dialog § Bertanya (tanpa ancaman) pertanyaan-pertanyaan membangun pengertian Dialog lanjutan: § Refleksikan melalui pengalaman Anda demonstrasikan minat Anda (umpan balik) § Menerjemahkan sesudah Anda merasa memahami isi § Terapkan apa yang Anda pelajari ke dalam situasi baru | Berikan si pembicara ruang untuk menyusun kembali tanya jawab sesudah berbicara Selama tanya & jawab Kalau mengajukan sebuah pertanyaan § Nyatakan pemahaman secepatnya § Ringkasan singkat suatu pokok pikiran awal § Tanyakan pertanyaan yang relevan Kalau membuat pokok pikiran § Nyatakan pemahaman secara cepat § Nyatakan kembali secara singkat ide yang relevan sebagai bahan presentasi § Nyatakan ide Anda, interpretasi, dan refleksi § Mengundang reaksi Kembangkan lebih lanjut § Dapatkan informasi untuk acuan berikutnya § Mengundang teman-teman/rekan kerja/dan seterusnya. untuk diskusi sesudahnya § Tuliskan ringkasan dengan pertanyaan untuk pengulangan nanti. |
Bekerja dan Belajar Bersama
Bekerja atau belajar bersama adalah suatu proses kelompok yang disokong oleh anggota-anggota kelompok , di mana ada ketergantungan satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati. Ruang kelas adalah tempat yang baik sekali untuk membangun kemahiran kelompok yang Anda butuhkan kemudian di dalam kehidupan.
Bekerja/belajar bersama adalah pergaulan antar anggota kelompok, Anda :
§ Membangun dan memberikan pendapat untuk suatu tujuan yang sehat
§ Menambah pengertian Anda tentang suatu masalah:
pertanyaan-pertanyaan, wawasan dan penyelesaian
pertanyaan-pertanyaan, wawasan dan penyelesaian
§ Menanggapi, dan bekerja untuk mengerti pertanyaan-pertanyaan yang lain, wawasan, dan penyelesaian.
Setiap anggota kelompok berwenang berbicara kepada yang lain dan menyumbangkan dan mempertimbangkan sumbangan pikiran mereka.
Setiap anggota kelompok berwenang berbicara kepada yang lain dan menyumbangkan dan mempertimbangkan sumbangan pikiran mereka.
§ Bertanggung jawab terhadap yang lain, dan mereka bertanggung jawab terhadap Anda.
§ Tergantung satu dengan yang lain, dan mereka tergantung pada Anda.
Bagaimana membentuk suatu kelompok belajar yang baik?
§ Kegiatan kelompok dimulai dengan latihan, dan proses pengertian kelompok.
Seorang pengajar/pelatih memulai kegiatan dengan fasilitas diskusi dan alternatif (pilihan) usulan, tetapi tidak menentukan penyelesaian terhadap kelompok, khususnya mereka yang sulit bekerja dengan kelompok.
Seorang pengajar/pelatih memulai kegiatan dengan fasilitas diskusi dan alternatif (pilihan) usulan, tetapi tidak menentukan penyelesaian terhadap kelompok, khususnya mereka yang sulit bekerja dengan kelompok.
§ Tiga hingga lima orang
Kelompok yang besar menimbulkan kesulitan untuk mempertahankan keterlibatan masing-masing.
Kelompok yang besar menimbulkan kesulitan untuk mempertahankan keterlibatan masing-masing.
§ Pengajar- tugas kelompok
Fungsi tugas kelompok lebih baik daripada tugas mandiri
Fungsi tugas kelompok lebih baik daripada tugas mandiri
§ Keragaman tingkat kemahiran, latar belakang, dan pengalaman
§ Setiap individu memperkuat kelompok
§ Setiap anggota kelompok bertanggung jawab bukan saja terhadap sumbangan pikirannya, melainkan juga membantu pengertian yang lain tentang sumber kekuatan mereka
§ Anggota yang tidak beruntung dan tidak suka terhadap kebersamaan akan menyumbangkan dorongan wewenang yang proaktif.
§ Belajar secara positif dipengaruhi oleh keragaman pandangan dan pengalaman, meningkatkan pilihan di dalam pemecahan masalah, memperluas jarak pertimbangan secara rinci.
§ Kesepakatan setiap anggota untuk mencapai tujuan dapat ditentukankan dan dimengerti oleh kelompok
§ Penilaian pasangan secara rahasia adalah cara terbaik untuk menaksir siapa yang terlibat atau yang tidak menyumbangkan pikiran.
§ Kelompok berhak untuk mengeluarkan anggota yang tidak bekerja sama atau tidak berpartisipasi, apabila semua usaha perbaikan gagal.
(Orang yang dikeluarkan kemudian mencari kelompok yang lain yang menerimanya)
(Orang yang dikeluarkan kemudian mencari kelompok yang lain yang menerimanya)
§ Individu-individu dapat terhindar kalau mereka yakin mereka melakukan lebih banyak dengan sedikit bantuan dari yang lain.
(Orang ini dapat sering lebih mudah menemukan kelompok lain yang menerima sumbangan pikirannya)
(Orang ini dapat sering lebih mudah menemukan kelompok lain yang menerima sumbangan pikirannya)
§ Membagi prinsip-prinsip tanggung jawab, ditentukan dan disetujui oleh setiap anggota kelompok.
§ Semua ini termasuk:
1. Adanya kesepakatan, persiapan dan tepat waktu untuk pertemuan
2. Ada diskusi dan pemusatan perdebatan terhadap pokok persoalan, menghindari kritik perorangan
3. Bertanggung jawab membagi tugas dan melaksanakannya tepat waktu.
Anda mungkin perlu melaksanakan tugas-tugas dengan memiliki sedikit pengalaman, merasa tidak siap, atau bahkan berpikir yang lain dapat melakukan yang terbaik. Menerima tantangan, tetapi bersenanglah dengan keadaan bahwa Anda membutuhkan bantuan, latihan, pembimbing, atau berhenti dan mengerjakan tugas yang lain.
Anda mungkin perlu melaksanakan tugas-tugas dengan memiliki sedikit pengalaman, merasa tidak siap, atau bahkan berpikir yang lain dapat melakukan yang terbaik. Menerima tantangan, tetapi bersenanglah dengan keadaan bahwa Anda membutuhkan bantuan, latihan, pembimbing, atau berhenti dan mengerjakan tugas yang lain.
Proses:
§ Mengacu pada Penuntun (Pedoman) Proyek Kelompok
§ Susun tujuan, tetapkan bagaimana sering dan apa yang akan Anda komunikasikan, kemajuan penilaian, membuat keputusan, dan memecahkan konflik (pertikaian)
§ Menetapkan sumber, khususnya seseorang yang dapat menyiapkan petunjuk, pengawasan, nasehat, dan bahkan penengah.
§ Jadwal tinjauan kemajuan Anda dan komunikasi untuk mendiskusikan apa yang dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan.
§ Kelompok kelompok yang bermasalah seharusnya diundang atau perlu dipertemukan dengan instruktur untuk mendiskusikan kemungkinan penyelesaian.
* "Belajar Bersama" sering digunakan di dalam pendidikan K-12, and "Belajar Bekerja Sama" di pendidikan tinggi
Subscribe to:
Posts (Atom)
