Showing posts with label Komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi. Show all posts
Sunday, April 22, 2018
PENTINGNYA KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI
Siapapun kita dan apapun profesi kita, kebutuhan akan komunikasi yang baik merupakan sebuah hal penting.
Menurut sebuah survey, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan kita. Diantaranya adalah pendidikan formal. Alangkah mengejutkan, faktor yang menguras sebagian besar waktu kita ini hanya berpengaruh 15% terhadap kesuksesan seseorang.
Selanjutnya adalah faktor kepribadian. Memiliki sifat yang supel, jujur, amanah, dan hal positif lainnya ternyata juga memiliki andil terhadap kesuksesan sebanyak 16%.
Lain halnya dengan kemampuan berpikir . Ya, mampu menggagas ide kreatif dan cemerlang atau mencari solusi untuk mengatasi dan keluar dari masalah bukan perkara mudah. Itu sebabnya porsi ini memiliki persentase lebih tinggi, yakni 33%.
Menariknya, ada satu faktor lagi yang porsi pengaruhnya lebih besar ketimbang pendidikan formal, kepribadian, dan kemampuan berpikir. Faktor itu adalah keahlian berkomunikasi. Faktor ini memiliki pengaruh 36% !
Bayangkan saja jika ada profesor mengajar tentang sebuah bidang ilmu, tapi tak mampu mengkomunikasikannya dengan baik, besar kemungkinan akan ada gap kemengertian antara dirinya dengan para mahasiswanya. Alhasil, mungkin saja ia cerdas, tapi tidak mampu mencerdaskan mahasiswanya.
Keahlian berkomunikasi sangat bisa ditingkatkan jika sering bertemu, berkumpul dan berbicara dengan orang lain. Perluas wawasan dengan banyak membaca, mendengar dan melihat. Orang yang wawasannya luas punya banyak bahan untuk dia bisa menceritakan atau menjelaskan sesuatu atau ide sehingga dia mampu berbicara banyak dan lama sedetail mungkin. Ibarat memasak dan kita yang pandai memasak, semakin banyak macam bahan baku dan alat masaknya yang tersedia, kita mampu memasaknya menjadi berbagai macam rasa dan bentuk makanan.
Sehebat apapun ide atau gagasan, sepintar dan secerdas apapun seseorang, jika tidak bisa berkomunikasi/ mengkomunikasikannya dengan baik, maka ide tinggal ide, kepintaran dan kecerdasannya tidak bisa memintarkan dan mencerdaskan orang lain. Bekerjasama dengan banyak orang pun bisa jadi sulit.
Saturday, December 24, 2011
Siapa Paling Cuek Diantara Kita?
Wacks? Ini bukan perlombaan saudara-saudara, tapi ini sebagai salah satu bentuk sindiran buat kita-kita. Harap dicatet ya, bukan berarti saya yang nulis udah dapet gelar paling peduli. Nggak juga. Tapi ini adalah ‘sentilan� buat semuanya, termasuk yang nulis. Hehehe.. bener lho, banyak banget di antara kita yang cuek abis terhadap segala macam problema. Kalo udah cuek alias nggak peduli, alamat hidup cuma untuk kesenangannya masing-masing. Yang lain? Emang gue pikirin? Waduh!
Oya, sifat cuek ini bisa ngendon dalam diri seseorang secara pribadi, bisa juga kompakan alias banyak orang yang sepemikiran dan seperasaan untuk sama-sama mengamalkan: “Emang Gue Pikirin?” Nah lho, kalo udah kayak begini, bisa berabe tuh. Maklumlah, kalo semuanya enjoy dengan urusan masing-masing, apa ia akan peduli dengan masalah umat ini? Hmm.. jangan harap deh.
Oya, sifat cuek ini bisa ngendon dalam diri seseorang secara pribadi, bisa juga kompakan alias banyak orang yang sepemikiran dan seperasaan untuk sama-sama mengamalkan: “Emang Gue Pikirin?” Nah lho, kalo udah kayak begini, bisa berabe tuh. Maklumlah, kalo semuanya enjoy dengan urusan masing-masing, apa ia akan peduli dengan masalah umat ini? Hmm.. jangan harap deh.
Tuesday, October 25, 2011
Memperbaiki Persahabatan
Tanpa kita sadari kadang kita menyakiti perasaan orang lain. Saat Anda dan sahabat saling menyakiti, biasanya segalanya jadi kacau. Ini dia beberapa tips untuk mendapatkan kembali sahabat baik Anda.
1. Buka komunikasi. Tak ada yang tak mungkin jika Anda bisa berkomunikasi dengan sahabat, jadi apakah Anda bisa memulai perbincangan? Jangan gengsi. Gunakan banyak cara, bisa lewat chating, SMS, email, telepon atau datangi ia langsung.
2. Sampaikan apa yang Anda rasakan dan coba tanya bagaimana perasaannya. Lakukan dengan tenang dan jangan gegabah. Saling terbukalah satu sama lain agar hal seperti ini tak terjadi lagi.
1. Buka komunikasi. Tak ada yang tak mungkin jika Anda bisa berkomunikasi dengan sahabat, jadi apakah Anda bisa memulai perbincangan? Jangan gengsi. Gunakan banyak cara, bisa lewat chating, SMS, email, telepon atau datangi ia langsung.
2. Sampaikan apa yang Anda rasakan dan coba tanya bagaimana perasaannya. Lakukan dengan tenang dan jangan gegabah. Saling terbukalah satu sama lain agar hal seperti ini tak terjadi lagi.
Thursday, February 17, 2011
Membangun Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif sangat layak anda perhitungkan dalam membangun karir anda. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapa-rapat, lobi-lobi, penyuluhan dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.
Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Adakalanya anda merasa ‘nervous’ hingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar-putar.
Nah guna mempersiapkan diri lebih baik, tidak ada salahnya kita mempelajari tips-tips dasar dibawah ini :
1. Gunakan kalimat seefektif mungkin
Uraikan isi pembicaraan dengan kalimat efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan, seperti, “Tadi sebelum menuju tempat ini saya bertemu family saya di suatu tempat….”. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan idiom bahasa yang kurang/tidak dimengerti calon pendengar anda. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.
2. Jangan mengungkapkan pengulangan ide/pokok bahasan
Jika anda ingin mengungkapkan ide, entah pada bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya. Karena umumnya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat-kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.
3. Jangan berbicara terlalu lambat
Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara anda bosan dan tidak sabar. Lagipula gaya bicara anda yang terlalu pelan akan mengesankan anda ragu-ragu dan tidak percaya diri. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.
Namun yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara secara cepat tanpa ritme. Anda harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan/pengalaman orasi yang cukup.
4. Hindari gumaman yang terlalu sering
Gumaman yang terlalu sering hanya akan mengganggu pembicaraan anda. Lagipula lawan bicara anda akan merasa lelah menunggu kapan pembicaraan anda selesai. Sebisa mungkin minimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dsb. Hal ini juga akan mengurangi respek calon pendengar anda, karena anda dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.
5. Hindari humor yang tidak perlu
Melontarkan humor memang sah-sah saja untuk menyegarkan suasana. Namun, anda harus tanggap membaca suasana setelah anda mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara anda benar-benar terpancing tertawa atau tertawa dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor anda. Jika lawan bicara anda tidak tertarik dengan humor anda, teruskan pembiraan kembali. Jangan memaksa lawan bicara untuk mentertawakan humor anda yang telah gagal.
Dengan mempelajari dan melakukan tips diatas, anda dapat bermokunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri anda menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Adakalanya anda merasa ‘nervous’ hingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar-putar.
Nah guna mempersiapkan diri lebih baik, tidak ada salahnya kita mempelajari tips-tips dasar dibawah ini :
1. Gunakan kalimat seefektif mungkin
Uraikan isi pembicaraan dengan kalimat efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan, seperti, “Tadi sebelum menuju tempat ini saya bertemu family saya di suatu tempat….”. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan idiom bahasa yang kurang/tidak dimengerti calon pendengar anda. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.
2. Jangan mengungkapkan pengulangan ide/pokok bahasan
Jika anda ingin mengungkapkan ide, entah pada bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya. Karena umumnya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat-kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.
3. Jangan berbicara terlalu lambat
Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara anda bosan dan tidak sabar. Lagipula gaya bicara anda yang terlalu pelan akan mengesankan anda ragu-ragu dan tidak percaya diri. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.
Namun yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara secara cepat tanpa ritme. Anda harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan/pengalaman orasi yang cukup.
4. Hindari gumaman yang terlalu sering
Gumaman yang terlalu sering hanya akan mengganggu pembicaraan anda. Lagipula lawan bicara anda akan merasa lelah menunggu kapan pembicaraan anda selesai. Sebisa mungkin minimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dsb. Hal ini juga akan mengurangi respek calon pendengar anda, karena anda dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.
5. Hindari humor yang tidak perlu
Melontarkan humor memang sah-sah saja untuk menyegarkan suasana. Namun, anda harus tanggap membaca suasana setelah anda mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara anda benar-benar terpancing tertawa atau tertawa dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor anda. Jika lawan bicara anda tidak tertarik dengan humor anda, teruskan pembiraan kembali. Jangan memaksa lawan bicara untuk mentertawakan humor anda yang telah gagal.
Dengan mempelajari dan melakukan tips diatas, anda dapat bermokunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri anda menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
Wednesday, February 16, 2011
5 Hukum Komunikasi Yang Efektif
| |||||||||||||
Subscribe to:
Posts (Atom)