.quickedit{display:none;}
“KITA BERBISNIS,BERILMU,BERAMAL”

Tuesday, October 25, 2011

Cara Mengetahui Potensi Diri Dan Bakat Terpendam Pada Anak Balita


Bingung menggali Potensi dan bakat terpendam yang dimiliki anak anda?? Ternyata sekarang tidaklah sulit untuk menggali potensi diri dan bakat yang dimiliki anak. Sekarang potensi dan bakat tersebut bisa dideteksi dan diketahui hanya melalui pemindaian sidik jari. Teknik pemindaian sidik jari ini bisa membaca kelebihan dan kekurangan anak dan solusinya dengan tingkat keakurasian sekitar 95 persen. Setiap masing-masing individu (anak) ternyata memiliki bakat, potensi diri, keunikan dan kelebihan masing-masing yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Dan Keunikan anak ini diperoleh semenjak anak tersebut dilahirkan. Sebagian besar orang tua ingin mengetahui potensi diri dan bakat anaknya dengan tujuan agar si orang tua dapat menentukan metode pendidikan yang sesuai dan cocok untuk mental dan bakat yang dimiliki sang anak.
Kebanyakan orang tua selalu berusaha dalam menemukan bakat terpendam yang dimiliki oleh anaknya dilakukan dengan mengamati perilaku dan tindakan yang dilakukan si anak tersebut dalam pola kehidupannya. Orang tua cenderung mengarahkan bakat terpendam yang dimiliki oleh anak tersebut dengan memberikan pendidikan yang sesuai dengan bakat si anak tersebut. Misal anak yang mempunyai kesenangan terhadap musik, maka biasanya oleh orang tuanya anak tersebut dimasukkan ke sekolah musik untuk mengoptimalisasi potensi diri dan bakat terpendamnya. Begitu pula, apabila sang anak gemar bermain sepak bola, maka orang tua mengarahkan anak untuk mengikuti latihan epak bola di sebuah klub sepak bola.
Lalu, bagaimana yang akan dilakukan orang tua jika orang tua tidak bisa mengetahui bakat danpotensi diri yang dimiliki anak dalam kegiatan yang paling disukai anak-anak mereka? Solusi yang sering dipilih dan dilakukanbiasanya dengan cara acak, yaitu memasukkan anak-anak ke kursus di berbagai macam kegiatan atau bidang, seperti musik, atau olah raga. Dengan cara tersebut, orang tua berharap dapat mengetahui bidang apa yang paling dikuasai dan digemari sang anak. Setelah itu, anak pun diarahkan untuk menekuni bidang tersebut.
Selain mengamati aktivitas dan perilaku anak di rumah dalam kegiatan sehari-hari dalam mengenali bakat dan potensi anak, umumnya orang tua memperhatikan kegiatan belajar anak di sekolah. Apabila sang anak dinilai memiliki prestasi yang cukup menonjol pada salah satu bidang pelajaran, biasanya orang tua berspekulasi untuk menyimpulkan bahwa sang anak memang berbakat di bidang tersebut.
Sebagian besar orang tua ada pula yang rela mengucurkan dana berlebih untuk meminta bantuan psikolog untuk mengetahui kompetensi, bakat yang dimiliki anak mereka. Biasanya psikolog akan mengajukan serangkaian psikotes. Untuk memastikan ketepatan hasil psikotes tersebut, anak pun akan diwawancarai dengan beberapa macam pertanyaan Selanjutnya hasil dari kedua metode tersebut, yakni psikotes dan wawancara, dan kemudian dianalisa. Hasil analisa dapat diambil kesimpulan sehingga bisa dijadikan bahan rujukan bagi orang tua dalam mencari bakat terpendam yang dimiliki anak.
Beberapa metode penentuan potensi bawaan dan bakat terpendam anak di atas tersebut sudah merupakan metode yang umum untuk digunakan selama ini. Sekarang ini, telah ditemukan metode terbaru dan keakurasiannya sangat tepat dan metode ini bisa terbilang lebih praktis dan akurat, yakni dengan memindai 10 jari manusia. Metode tersebut dikenal dengan teknologi dermaogyplics.
Menurut Jason Teo, Chief Operating Officer (COO) Brain Child eaming(BCL),teknologj dmnaro-glyphics dapat dipakai untuk membuktikan seberapa besar kapasitas yang dimiliki anak sejak lahir, mengetahui potensi bawaan, serta bakat terpendam anak. Teknologi tersebut, lanjut Jason, mulanya dikembangkan di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS).
Selanjutnya BCL (bukan Bunga Citra Lestari…lhoooo) mengembangkan teknologi dermatoglyphics selama 15 tahun untuk disesuaikan dengan kebutuhan tes bagi anak-anak di Asia. Dilihat dari cara kerjanya, teknologi yang berupa perangkat lunak itu menghitung jumlah garis dalam sidik jari manusia. Setelah itu, software akan mengukur derajat antara pertemuan garis dan pusat pada motif garis di jari. Seusai pengukuran, perangkat lunak tersebut akan menganalisis karakter seseorang
Berdasarkan jenis sidik jari yang dimiliki anak. Sidik jari manusia dapat dibedakan menjadi empat macam, antara lain :
1. Whorl (W); orang dengan jenis sidik jari whorl biasanya memiliki karakter independen, kompetitif, keras kepala, dan proaktif.
2. Ulnar loop (U); karakter orang yang memiliki jenis sidik jari ulnar loop biasanya emosional, memiliki kemampuan adaptasi yang cepat, serta mudah berinteraksi.
3. Radial loop (R) ; orang yang memiliki jenis sidik jari radial loop biasanya cenderung egois dan memiliki pemikiran terbalik.
4. Arch (A) ; adapun karakter orang yang memiliki jenis sidik jari arch cenderung praktis, realistis, efisien, tetapi konservatif.
Kombinasi Amerika-Asia
Jason mengatakan perangkat lunak dermatoglyphics tersebut dapat mengenali karakter seseorang sesuai dengan data base yang sebelumnya memang sudah dimasukkan saat pempro-graman. Basis data itu dibangun berdasarkan data statistik, ilmu dermatoglyphics, dan ilmu genetik.
Data statistik perangkat lunak dermatoglyphics itu berasal dari sidik jari 3 juta orang. Sampel tersebut merupakan kombinasi dari masyarakat Amerika dan Asia. Dengan demikian, sampel telah mewakili orang-orang dari belahan dunia Barat dan Timur. Pempro-graman data base perangkat lunak dermatoglyphics juga bersumber dari perkembangan ilmu dermatoglyphics, yaitu studi yang mempelajari sifat alamiah sidik jari.
Dari hasil penelitian para ilmuwan di bidang dermatoglyphics, diketahui bahwa setiap individu di dunia memiliki sidik jari yang berbeda-beda. Karakter sidik jari manusia juga ternyata berhubungan erat dengan bagian fungsi otak.
Ibu jari memiliki jalinan ke otak depan dan motif garis ibu jari itu bisa menunjukkan karakter seseorang.
Telunjuk memiliki hubungan dengan otak depan yang posisinya lebih atas. Motif garis telunjuk tersebut dapat menunjukkan pemikiran logis dan kreativitas seseorang.
Jari tengah memiliki keterkaitan dengan otak bagian atas. Motif jari tengah itu dapat menunjukkan kontrol pergerakan minor dan mayor seseorang.
Jari manis memiliki jalinan dengan otak yang berada di belakang telinga. Motif jari manis itu kerap dikaitkan dengan kontrol pendengaran.
Sedangkan jari kelingking memiliki hubungan dengan otak belakang. Motif jari kelingking itu dapat menunjukkan tingkat konsentrasi maupun penglihatan seseorang.
Jari-jari tangan sebelah kanan seseorang mewakili fungsi otak sebelah kiri. Otak kiri berfungsi untuk melihat perbedaan angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, dan logika.
Sedangkan jari-jari tangan sebelah kiri seseorang mewakili fungsi otak sebelah kanan. Otak kanan berfungsi untuk melihat persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk ruang, emosi, musik, dan warna.
Data base perangkat lunak dermatoglyphics diprogram berdasarkan ilmu genetika. Umum diketahui, gen merupakan unit dasar dalam kehidupan manusia. Gen bertindak seperti kode kehidupan manusia yang menerima dan menyampaikan pesan-pesan turun-temurun dari satu generasi ke geneffgi berikutnya. Gen erat kaitannya dengan motif sidik jari yang diturunkan orang tua kepada anaknya. Motif sidik jari anak pasti akan sama dengan orang tua atau kakeknya,.
Secara medis, motif sidik jari manusia terbentuk sempurna pada minggu ke-13 ketika janin mulai berkembang. Jason menambahkan dengan data base yang lengkap, otomatis perangkat lunak dermatoglyphics dapat mengetahui karakter sidik jari manusia yang berbeda-beda secara spesifik dan akurat.  Alhasil, teknologi itu dapat membaca kelebihan juga kekurangan anak serta solusinya dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen.
Sayangnya, teknologi in hanya dapat efektif untuk mengetahui kompetensi anak pada usia 5 hingga 15 tahun saja. Rentang usia tersebut merupakan masa perkembangan otak manusia. Pada masa-masa itu pula segala potensi anak masih berpeluang dikembangkan. Sedangkan saat usia anak mencapai lebih dari 15 tahun, pembentukan karakter lebih sulit karena anak sudah memiliki pemikiran matang.

No comments:

Post a Comment

Print Postingan