.quickedit{display:none;}
“KITA BERBISNIS,BERILMU,BERAMAL”
Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Saturday, October 8, 2011

Apa Itu Ebook?

Kreatifitas seringkali muncul dari sebuah kondisi yang sama sekali tidak mendukung. Dalam istilah yang lebih ekstrim, kreatifitas kerap muncul akibat ketertindasan. Berkaitan dengan soal buku, hegemoni penerbit-penerbit besar terhadap para pengarang menciptakan sebuah kondisi yang sangat tidak fair. Citarasa perbukuan seringkali tidak mencerminkan potret realitas masyarakat yang sesungguhnya, karena kondisi yang muncul ke permukaan lebih ditentukan oleh selera penerbit-penerbit besar yang memiliki modal kuat.

Dari kondisi seperti inilah, kemudian muncul sebuah upaya membebaskan diri dari pengaruh selera penerbit yang lebih berlandaskan pada hitung-hitungan untung rugi. Upaya ini mencoba mendobrak sistem perbukuan konvensional yang mengandalkan media kertas sebagai bahan baku fisik, ditambah selera pemilik modal yang dipaksakan demi keuntungan finansial bagi pemilik modal. Maka muncullah apa yang disebut e-Book alias buku elektronik. (Fenomena yang sama juga sudah lebih dulu terjadi di dunia musik Indonesia, dengan bermunculannya album-album indie label).

Tuesday, October 4, 2011

Cara menghapus Virus Shortcut tanpa Anti Virus

Virus Shortcut - Cara Menghapus Virus Shortcut Tanpa Antivirus  Merupakan virus yang menyebalkan buat saya. ketika saya menerima flashdisk dari teman saya, tiba-tiba saya dikejutkan dengan bunyi-nya antivirus saya ketika mendeteksi virus yang masuk melalui flashdisk tersebut. Ketika saya selidiki ternyata virus tersebut merupakan virus shortcut yang marak menyebar di kalangan masyakat. Sebagian besar merasa bingung ketika mereka menghapus virus ini, bahkan antivirus lokal yang dalam kampanye nya merupakan antivirus tercepat dan terakurat dalam mendeteksi virus pun ternyata tidak dapat menghapus virus ini. semoga tutorial Cara menghapus virus shortcut ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Tips Menghapus Virus yang tidak bisa ditangani Anti Virus

Ada tips yang sangat ampuh untuk menghapus virus, jika berbagai Anti Virus yang kita gunakan sama sekali tidak berdaya melawannya ( mungkin hanya bisa mendeteksi, namun tidak bisa menghapusnya). Untuk melakukan ini diperlukan Bootable CD yang berisi minimal program File Manager, misalnya Ultimate Boot CD, BartPE dan sejenisnya. Beberapa program ada yang berbasis DOS dan sebagian lain sudah berbasis window. Atau bisa juga digunakan Linux Live CD, seperti Knoppix, UBuntu Live CD dan lainnya. Secara Umum, langkahnya sebagai berikut :
  1. Cari lokasi virus, terutama asal virus ini berjalan di komputer (induknya). Jika mengalami kesulitan, bisa dibaca artikel tentang Tips mendeteksi keberadaan Virus
  2. Setelah diperoleh, diperhatikan ( catat) keterangan seperti ukuran file, tanggalnya ( walaupun virus bisa berubah-ubah ukuran dan tanggalnya, tetapi sebagian ukuran dan tanggalnya selalu sama. Bisa dicari file yang sejenis dan dicatat lokasinya.
  3. Setelah didapat, gunakan salah satu Bootable CD dan restart komputer agar booting dari CD ( Anda mungkin perlu menyetting BIOS-nya dulu agar Boot pertama kali CD/DVD-ROM).
  4. Buka program file manager, yang tersedia. Jika windowsnya NT, XP atau diatasnya, pastikan program tersebut mendukung membaca format NTFS
  5. Cari file/ virus dan hapus atau jika masih ragu, direname saja dari *.exe menjadi *.vrs misalnya. Untuk menyakinkan, gunakan fasilitas search untuk mencari file dengan ukuran yang sama atau tanggal yang hampir sama. Jika ditemukan bisa direname
  6. Kembali restart komputer dan cek lagi

Sunday, September 25, 2011

Menonaktifkan Auto Run di windows 7

Autoplay/autorun adalah salahsatu fitur windows yang berfungsi untuk membuka file yang berada di media data (CD/Hardisk Eksternal/Flashdisk,dll) secara otomatis. Ada beberapa kelemahan jika mengaktifkan fitur Autorun Windows ini, yaitu:

1. Jika CD/Hardisk Eksternal/Flashdisk mengandung virus maka virus dapat dengan mudah menyerang komputer anda melalui fitur autorun windows 7
2. Windows 7 akan mengalokasikan memori untuk fitur autoplay, sehingga bisa menguras memori komputer.

Sebenarnya anda bisa menonaktifkan fitur autorun/autoplay windows 7. Berikut ini adalah cara untuk mematikan/ disable autoplay windows 7

1. Di start menu, pilih Control panel


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4YxfZtwl4q6JBKaNOFAuXT0MYwH4pkr-wZM2zyjdhRu9xztzQkAr_oEl1vXFEHxfkmXvgmizotvogH5gzIE_Ph0XbwmDUg7DYLboYvsTNf3kEznaWMILdmlwWFh_ob9JO_2BGWHuA5As/s320/autoplay+01b.jpg
2. Pilih hardware and sound

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQXFx-BB9xdqVk7rv8MBSJGIh-WhurXUEgRozMIZ8THRJMguPAlObsvW6qZ7YMmRuPy_o7lc4UcSO0FWvsR0I2jR0O_CLH9lqQhEyxoIgoUQ2Hr-BA9KKeE7T-wWFh78Q9Y0YJZyQ-3Iw/s320/autoplay+02b.jpg
3. Pilih Autoplay

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAXHbHYlYCPsMWfYAjYuRiibTA0YkChXGJnDjYSJcyWeraIDVBKVy0dNrPC9G80R2pW-3N3krlDANzfVY8g2yIQTMWS91Hmul1VC7Zt-2VrodoamLs44Gp0I5WB2003jAUZjOgRn7Q3Cc/s320/autoplay+03b.jpg
4. Lepaskan/hilangkan centang pada "Use Autoplay for all media devices"
Klik tombol Save

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdb7yDYhIOoxckq6J7pXRJE0qkWk2niPHgL9OtQNgpcNyUO-qYGrF6y_0au8OIsjZT5Sh7BDvClUbf6lCZPEkUgz0XxXLdxJ8mX13stKGFUxl5Nbk9djjvp9vDY4PM9JCKrHNDaCRfZT0/s320/autoplay+04b.jpg
Jika setting autorun/autoplay berhasil, maka saat memasukkan sebuah CD ke dalam CD Player , CD tersebut tidak berjalan secara otomatis.

Utak atik Windows dengan Gpedit.msc

Selain melalui Registry Editor (Regedit) ada cara lain untuk mengutak-atik Windows, yaitu dengan Group Policy (gpedit.msc). dengan GPedit kita bisa mencegah wallpaper diganti-ganti, menyembunyikan Folder option, memblokir suatu software, dll.
Dibandingkan dengan Regedit, tampilan gpedit lebih user friendly. Cara penggunaan gpedit juga sangat mudah karena kita hanya mengganti properties suatu objek dengan 3 pilihan yaitu Not Configured, Enabled, dan Disabled. Jangan takut kalo nanti settingannya salah, karena akan muncul penjelasan apa yang akan terjadi kalo kita pilih salah satu dari ketiga pilihan tadi.Ada Penjelasannya

Saturday, September 24, 2011

Mengatasi Komputer Yang Lelet Pada saat startup

Masalah ini saya alami disalah satu komputer client ketika dihidupkan menunggu lama sekali ketika startup, desktop kosong dan juga ketika mencoba membuka program gak bisa-bisa , setelah di tunggu beberapa menit bahkan 5 menit lebih saya simpulkan bahwa komputer ini sudah dijahilin oleh malicious software atau software jahat aka malware .
Ketika komputer kamu terinfeksi malware salah satu efeknya adalah yang seperti saya alami diatas , kadang kala bahkan lebih parah . Bagaimana malware ini bisa terinstall di komputer ? banyak caranya malware2 ini menginstallkan diri di komputer ini, salah satunya memang sengaja diinstall oleh orang yang menggunakan komputer itu dan malware tersebut berkedokkan software yang seolah2 bersih semacam toolbal, atau program lainnya.
Bagaimana mengatasinya ?

Friday, September 23, 2011

Penyebab Komputer Lelet

Memiliki komputer yang sehat, loading cepet, akses data lancar dan kinerja maksimal pasti adalah dambaan semua pengguna komputer. Namun adakalanya komputer kesayangan kita mengalami gangguan-gangguan yang mengakibatkan berkurangnya kinerja komputer. Banyak virus, loading lama,overheat dan sering hang merupakan beberapa dampak dari “sakitnya” komputer kita. Alangkah baiknya jika kita mengetahui apa saja yang menyebabkan komputer kita “sakit” sehingga kita bisa melakukan pencegahan dan menyelamatkan komputer kesayangan kita.
Hmm.. Apa sajakah “penyakit-penyakit” yang sering diderita komputer? Hal apakah yang sering membuat komputer kita jadi lelet? Simak ulasan singkat berikut, cekidot!
1. Malware (virus, worm, trojan, dsb )
Ketika komputer kita terkena malware ( virus, worm, trojan, dan sejenisnya), sudah hampir dapat dipastikan bahwa kinerja komputer akan lambat. Virus seringkali mengutak-atik registry komputer, akibatnya banyak keanehan-keanehan yang sering terjadi seperti tidak bisa klik kanan, task manager tidak bisa dibuka, hilangnya folder option dan banyak lagi. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kenyamanan komputer kita.
Solusi untuk mencegah ini bagi pengguna Windows adalah menginstall 
Antivirus dan tidak hanya berhenti disitu saja, tetapi rutin update antivirus tersebut. Jadwalkan paling tidak seminggu sekali jika komputer tidak online. Rekomendasi antivirus local yang ampuh adalah Smadav, antivirus ini hanya berukuran kurang lebih 1mb tapi sangat berguna dalam menangkal virus.
2. Spyware, Adware dan sejenisnya
Jika kita sering menggunakan komputer untuk berselancar di internet, bisa-bisa komputer kita terkena spyware bila tidak hati-hati. Efeknya mungkin tidak begitu besar dengan kinerja komputer, tetapi bisa berpengaruh pada akses internet, dan berbagai hal yang menganggu kenyamanan berinternet dan yang lebih buruk, data-data penting (user, password, account dll) kita bisa di ketahui oleh si pembuat spyware ini.
Solusi bisa menginstall 
Anti-spyware yang juga senantiasa update, hanya perlu dipilah-pilah mana yang tidak banyak menggunakan sumber saya (resources) komputer kita, karena tidak jarang Antispyware ini menggunakan CPU dan Memory yang cukup besar. Jika antivirus sudah menyertakan, kita tidak perlu menambah. Atau gunakan versi portable, dan scan dari spyware secara berkala saja.
3. Banyaknya Aplikasi berjalan di belakang
Semakin banyak komputer kita dengan software, biasanya akan semakin memperlambat kinerjakomputer, meskipun pengaruhnya ada yang relatif kecil dan ada yang besar. Penting untuk diketahui ketika menginstall software, cek apakah ada aplikasi yang senantiasa berjalan di belakang. Hal ini bisa di ketahui dengan program seperti Autoruns.
Solusi dalam hal ini adalah menggunakan sofware yang penting saja, pilih satu software jika ada beberapa software sejenis atau mempunyai fitur hampir sama dan jika ada versi Portable-nya maka bisa menjadi alternatif. Untuk mengurangi program yang berjalan di background, gunakan Autoruns, dan non aktifkan aplikasi background yang tidak penting. Untuk mengatahui apakah aplikasi yang di install akan menjalankan program di belakang, install software seperti WinPatrol.
4. Hard disk (HDD) yang sudah tua
Ketika komputer kita masih menggunakan Harddisk yang sudah cukup lama (tua), mungkin lebih dari 5 tahun, maka kinerja komputer bisa semakin lambat. Untuk mengecek, kita bisa menggunakan software gratis HDD Tune dan sejenisnya (baca artikel: Periksa Kondisi Hard Disk Komputer Anda). HDD SATA normal biasanya rata-rata akses read (baca) sekitar 70 – 90 MB/s. Jika misal rata-rata akses HDD dibawah 50 MB/s maka kinerja biasanya akan terasa lambat.
Solusi ketika hardisk sudah sangat lambat, mungkin bisa dicoba dengan full format (awas, backup data terlebih dahulu). Meskipun untuk hardisk tua hal ini biasanya tidak akan banyak membantu, sehingga yang paling baik adalah dengan mengganti hardisk baru, dan jika masih ingin menggunakan hardisk lama, gunakan sebagai secondary hardisk saja.
5. RAM/Memori yang pas-pasan
Banyak sedikitnya jumlah RAM/Memori yang kita gunakan memang tidak bisa dibuat standard sama untuk satu komputer dengan komputer lain atau bahkan sistem operasi. Meskipun ketika akan menginstall Windows, ada spesifikasi minimal RAM, tetapi jenis aplikasi yang kita gunakan juga harus diperhitungkan. Untuk mengecek, buka saja Task Manager dan di bagian Performance periksa PF Usage dan juga Physical Memory yang menunjukkan total Memory fisik (RAM) dan sisa tersedia (Available).
Jika kita tidak sedang menjalankan aplikasi apapun, tetapi sisa RAM tidak lebih dari setengahnya, biasanya kinerja komputer akan lambat, maka harus diperiksa aplikasi apa saja yang menggunakan banyak memory (RAM), secara umum bisa dicek di tab Process, kolom Mem Usage. Jika memang RAM kita pas-pasan (misal windows XP dengan RAM 512 MB atau kurang, windows 7 dengan 1 GB RAM), maka solusinya termurah adalah mengurangi aplikasi yang banyak memakan memory. Solusi terbaik adalah Upgrade memory (RAM)
6. Konflik aplikasi atau program yang di install
Tidak jarang dua aplikasi dalam kategori yang sama bisa berakibat terjadinya konflik, yang semakin memperlambat kinerja komputer. Tanda-tanda terjadi konflik adakan komputer yang bermasalah setelah kita menginstall suatu software, padahal sebelumnya tidak ada masalah. Yang sering terjadi konflik biasanya di kategori software security, semisal antivirus.
Misalnya kita menggunakan 2 antivirus atau lebih. Meskipun beberapa antivirus bisa berjalan bersamaan, tetapi tetap tidak direkomendasikan, kecuali untuk pengguna ahli atau untuk ujicoba. Belum lagi ketika masih harus menginstall software security lainnya.
Jika ada alternatif berbagai software sejenis, maka jika memungkinkan pilih satu saja yang bisa mewakili, dan unggul dalam kinerja dan hasil. Terutama untuk jenis software yang banyak mengakses sumber daya atau sistem operasi.
7. Pemilihan Software yang kurang tepat
Tidak sedikit orang hanya ikut-ikutan (trend) dalam penggunaan software, padahal fitur yang diinginkan sebenarnya terdapat dalam software lain yang kecil dan gratis. Jika spesifikasi komputer kita memang minimal atau kita ingin bekerja dengan cepat, maka pilihlah software yang tepat. Software dengan ukuran besar tidak senantiasa lebih baik dan tepat bagi masing-masing kita. Berikut beberapa contohnya :
Ketika kita hanya ingin burning data ke CD/DVD, solusi tepat bisa menggunakan software ImgBurn yang hanya berukuran sekitar 5 MB atau software burning gratis lainnya yang relatif kecil daripada menginstall Nero Multimedia Suite yang berukuran sekitar 354 MB.
Ketika kita bekerja dengan data terkompresi ( zip, rar ), software gratis seperti 7zip yang hanya berukuran sekitar 1 MB seharusnya sudah mencukupi, daripada menginstall Winzip 15 yang berukuran hampir 13 MB dan juga tidak gratis (software kompresi gratis lainnya)
Jika menggunakan Photoshop 7 atau CS1/2 sudah mencukupi untuk kebutuhan grafis, maka menginstall Photoshop CS5 perlu difikir ulang, karena spesifikasi yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga kerja bisa semakin lambat.

8. Banyaknya Software yang terinstall
Meskipun software-software yang di install tidak berjalan di belakang, tetapi hampir setiap software selalu menambahkan entry (data) ke registry, sehingga semakin banyak software yang di install ukuran registry (windows) juga akan semakin besar. Karena registry ini akan di akses baik ketika komputer berjalan maupun sudah berjalan, besar kecilnya juga mempengaruhi ke kecepatan/ waktu respon-nya.
Solusinya adalah menggunakan software yang memang diperlukan saja, Uninstall software yang tidak penting dan gunakan Uninstaller seperti Revo Uninstaller agar proses uninstallasi lebih tuntas. Untuk membersihkan software yang sudah di uninstall, bisa juga menggunakan berbagai Utilities gratis.
9. Penggunaan Efek Windows yang berlebih
Windows Xp, Vista maupun windows 7 menyediakan opsi untuk menggunakan tampilan dengan berbagai efek. Jika komputer kita mempunyai spesifikasi yang bagus, tentu berbagai efek ini tidak menjadi masalah, tetapi jika ingin performa cepat, berbagai efek windows bisa di non aktifkan.
Misalnya Untuk windows XP, klik kanan My Computer, pilih tab Advanced dan klik setting bagian Performance. Kita juga melalukan tweak sistem untuk mendapatkan setting yang tepat dan cepat, dengan menggunakan software semisal X-Setup Pro.
Sebenarnya selain 9 hal diatas masih banyak sebab lain, seperti berbagai service windows yang berjalan yang sebenarnya tidak diperlukan, pemilihan dan pengaturan hardware yang tidak optimal, space primary disk (misalnya drive C:) yang diambang batas atau hampir habis, dan lainnya.

Tips Menghapus Virus yang tidak bisa ditangani Anti Virus

da tips yang sangat ampuh untuk menghapus virus, jika berbagai Anti Virus yang kita gunakan sama sekali tidak berdaya melawannya ( mungkin hanya bisa mendeteksi, namun tidak bisa menghapusnya). Untuk melakukan ini diperlukan Bootable CD yang berisi minimal program File Manager, misalnya Ultimate Boot CD, BartPE dan sejenisnya. Beberapa program ada yang berbasis DOS dan sebagian lain sudah berbasis window. Atau bisa juga digunakan Linux Live CD, seperti Knoppix, UBuntu Live CD dan lainnya. Secara Umum, langkahnya sebagai berikut :
  1. Cari lokasi virus, terutama asal virus ini berjalan di komputer (induknya). Jika mengalami kesulitan, bisa dibaca artikel tentang Tips mendeteksi keberadaan Virus
  2. Setelah diperoleh, diperhatikan ( catat) keterangan seperti ukuran file, tanggalnya ( walaupun virus bisa berubah-ubah ukuran dan tanggalnya, tetapi sebagian ukuran dan tanggalnya selalu sama. Bisa dicari file yang sejenis dan dicatat lokasinya.
  3. Setelah didapat, gunakan salah satu Bootable CD dan restart komputer agar booting dari CD ( Anda mungkin perlu menyetting BIOS-nya dulu agar Boot pertama kali CD/DVD-ROM).
  4. Buka program file manager, yang tersedia. Jika windowsnya NT, XP atau diatasnya, pastikan program tersebut mendukung membaca format NTFS
  5. Cari file/ virus dan hapus atau jika masih ragu, direname saja dari *.exe menjadi *.vrs misalnya. Untuk menyakinkan, gunakan fasilitas search untuk mencari file dengan ukuran yang sama atau tanggal yang hampir sama. Jika ditemukan bisa direname
  6. Kembali restart komputer dan cek lagi

Cara menghapus Virus Shortcut tanpa Anti Virus

Virus Shortcut - Cara Menghapus Virus Shortcut Tanpa Antivirus  Merupakan virus yang menyebalkan buat saya. ketika saya menerima flashdisk dari teman saya, tiba-tiba saya dikejutkan dengan bunyi-nya antivirus saya ketika mendeteksi virus yang masuk melalui flashdisk tersebut. Ketika saya selidiki ternyata virus tersebut merupakan virus shortcut yang marak menyebar di kalangan masyakat. Sebagian besar merasa bingung ketika mereka menghapus virus ini, bahkan antivirus lokal yang dalam kampanye nya merupakan antivirus tercepat dan terakurat dalam mendeteksi virus pun ternyata tidak dapat menghapus virus ini. semoga tutorial Cara menghapus virus shortcut ini dapat bermanfaat bagi sobat semua.

Adapun Ciri – Ciri Virus Shortcut tersebut adalah:
  • Hal yang pertama dilakukan oleh virus ini adalah setelah menginfeksi komputer, dia akan membuat file induk database.mdb di My Documents
  • Yang kedua, virus tersebut akan membuat file autorun.inf di setiap drive harddisk, flash disk, dan folder tanpa kecuali
  • Yang ketiga, virus ini akan membuat file Thumb.db (hati-hati, perhatikan bahwa file ini tanpa huruf s sedangkan thumbnail cache yang asli di komputer memiliki tambahan huruf s alias thumbs.db) di setiap folder
  • Untuk memancing korban, dia akan membuat file Microsoft.lnk dan New Harry Potter and….lnk di setiap folder yang jika dieksekusi akan langsung mengaktifkan virus tersebut.
  • Seperti halnya virus-virus lokal lainnya, dia akan membuat duplikat setiap folder namun kali ini bukan dengan ekstensi .exe melainkan extensi .ink alias shortcut
  • Pada task manager terdapat proses services wscript.exe yang sedang berjalan. Dalam kondisi normal, tidak ada proses seperti ini.
Langkah – Langkah pembasmian:

1. Matikan System Restore. Sejak dulu saya selalu mematikan system restore segera setelah proses instalasi windows. Untuk keperluan backup dan imaging system, saya lebih memilih menggunakan third party seperti acronis ataupun Norton Ghost.

2. Matikan proses virus wsrcipt.exe (C:\WINDOWS\System32\wscript.exe)
Bisa menggunakan 
Process Explorer atau misc. tool pada HijackThis

3. Hapus file virus database.mdb di My Documents..

4. Hapus file duplikat virus..

Untuk proses penghapusan, anda bisa menggunakan fasilitas search pada Windows.. Pada “More advanced options”, pastikan option “Search system folders” dan “Search hidden files and folders” keduanya telah dicentang.

Search file dengan nama autorun.inf ukurannya 8 KB
Search file dengan nama Thumb.db ukurannya 8 KB
Search file dengan ekstensi .lnk.lnk ukurannya 1 KB
Hapus semua file yang ditemukan..

Untuk lebih memudahkan proses pencarian yang sekaligus menghapus file yang ditemukan, anda bisa menggunakan software UTool, sebuah freeware yang dapat anda download secara gratis di SINI. Program ini akan secara otomatis mencari dan kemudian menghapus file-file yang diinginkan (lihat gambar).
5. Hapus registry Autorun yang dibuat virus dengan menggunakan HijackThis..
Cari di bagian HKCU\..\Run: yang berhubungan dengan file database.mdb (pada gambar namun file database.mdb udah saya hapus)

Untuk lebih memantabkan proses pencegahan dan melindungi komputer kita dari serangan virus lokal yang sangat memusingkan ini, anda dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Setelah proses instalasi windows, segera matikan system restore.

2. Install software third party misal Tweak UI atau Magic Tweak untuk mendisable autorun dan mencegah teraktivasinya file-file .inf. Mungkin pada Windows XP Professional, proses menon-aktifkan autorun bisa dilakukan dengan mudah, namun pada versi Win XP Home, anda memerlukan software ini. Tambahan informasi, program MagicTweak selain berfungsi menon-aktifkan autorn  dapat juga digunakan untuk mencegah dijalankannya file-file .inf File autorun.inf yang biasanya merupakan awal dari berjangkitnya virus akan secara otomatis diubah menjadi murni file txt alias notepad oleh program ini dan dia tidak lagi bisa dieksekusi. Ini sangat membantu jika memang secara tidak sengaja kita mengaktifkan atau mengeksekusi autorun.inf meski proses autorun sudah didisable untuk semua drive (termasuk flash disk).

3. Setelah semua proses instalasi windows, driver, program, dan lain-lain telah selesai, segera backup image system anda menggunakan software macam Acronis True Image atau Norton Ghost, sehingga jika nanti ada masalah yang tidak dapat anda selesaikan dengan mudah, anda dapat merestoreasi backup system tersebut.

4. Jika perlu, instal juga Deep Freeze apabila komputer anda digunakan oleh banyak orang, sehingga settingan komputer tidak akan berubah-ubah.

5. Update info: Ciri-ciri virus terdapatnya virus shortcut pada flashdisk dapat diketahui dengan perbedaan icon flashdisk tersebut yang biasanya berbentuk seperti icon drive menjadi berubah seperti icon folder. Jika menemui icon seperti ini, berarti dalam flashdisk tersebut terdapat virus. Gunakan explorer dan buka flashdisk lewat explorer (jangan klik 2x dari my computer) dan hapus file autorun dan file2 tersangka virus lainnya secara manual dengan menekan shift + DEL (supaya tidak tersangkut di recycle bin). Rata-rata virus lokal dapat dicegah dengan cara manual seperti ini asalkan OPSI DISABLE AUTORUN pada windows dan/atau MagicTweak telah diaktifkan, dan juga OPSI DISABLE .INF FILE pada MagicTweak telah diaktifkan (lihat gambar).


Semoga informasi ini dapat membantu dan membuat kita lebih hati-hati jika menemui virus-virus lokal. Jangan sampai kita menjadi korban dan pekerjaan kita terbengkelai karena ulah dari sebuah virus.

MEMATIKAN AUTO RUN PADA FLASHDISK

Pada flash disc yang terkena virus biasanya (tidak selalu) terdapat file autorun.info yang di dalamnya terdapat perintah untuk menjalankan program virus. Nah, ketika flash disc tersebut dimasukkan ke drive USB yang fitur autorun-nya tidak di-disable maka secara otomatis Windows akan menjalankan program pada background tanpa adanya konfirmasi kepada user.
Salah satu cara untuk mengurangi resiko terkena virus tersebut adalah dengan mendisable fitur autorun pada drive USB. Ada pun caranya adalah sebagai berikut:
1. Klik tombol Start – Run.
2. Ketik gpedit.msc dan tekan OK.
3. Klik pada User Configuration – Administrative Templates – System.
4. Klik 2x pada Turn Off Autoplay.
5. Klik pada option Enable.
6. Pada option Turn off Autoplay on, pilih All drives.
7. Klik OK

Print Postingan