.quickedit{display:none;}
“KITA BERBISNIS,BERILMU,BERAMAL”
Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts

Tuesday, May 22, 2012

Perilaku individu dalam suatu organisasi.


Dalam suatu organisasi, karakter individu dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :

Individu bekerja dengan pengawasan yang minim.
Adalah individu yang berkerja berdasarkan uraian tugas atau Standard Operasional Prosedur yang sudah baku.

Individu bekerja dengan pengawasan maksimal.
Adlah individu bekerja karena selalu diawasi, tidak ada kesadaran bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah tugasnya.Individu seperti ini selalu harus disuruh-suruh/ diperintahkan baru ia mau melakukan pekerjaannya/ tugasnya.

Individu bekerja dengan target.
Adalah individu yang terbiasa bekerja dengan target-target kerja yang jelas, baik target harian/mingguan/bulanan; tentu saja untuk mencapai target yang sudah ditentukan oleh perusahaan/ target individu itu sendiri.

Bagaimana menciptakan situasi kerja yang N Y A M A N.


Dengan pengendalian yang minimal, sbb:
  1. Setiap karyawan dibiasakan bekerja berdasarkan tugas & wewenang, sesuai dengan uraian tugas sehari-hari.
  2. Setiap karyawan/ individu/ unit/ departemen/ divisi, diberikan TARGET kerja.
  3. Biarkan setiap karyawan BERKREASI untuk mencapai target yang sudah diberikan oleh Pimpinan Perusahaan.
Komunikatif.
Jika ada kesalahan yang terjadi, agar dapat disampaikan dengan jelas sehingga setiap karyawan menyadari kesalahannya dan tentu saja dengan harapan tidak mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari. Dan sebaliknya, untuk karyawan yang berprestasi, diberikan penghargaan yang juga dapat diketahui oleh karyawan yang bersangkutan/ karyawan lainnya agar memacu karyawan lainnya juga untuk lebih giat bekerja dan berprestasi.

Apa Itu HRD ?


Ada perusahaan yang menggunakan istilah HRD, adalah Human Resources Development, ada juga yang menyebutkan Human Resource Department.

Ada juga Perusahaan - perusahaan yang menyebutkan Personnel & General Affairs;  perusahaan – perusahaan  sekarang menyebutnya adalah Human Capital.

Apapun sebutannya, apapun istilahnya, intinya adalah berkaitan dengan Karyawan, segala sesuatu yang berkaitan dengan Recruitment & Selection, Training & Development, Industrial Relation & Employee Relation, Kepersonaliaan/Administrasi.

Wednesday, May 9, 2012

ETIKA BISNIS DALAM ISLAM(Kritik Terhadap Kapitalisme)


Tesis Max Weber yang dipublikasikan dalam buku “The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism” menjelaskan bahwa  “Etika Protestan” dan hubungannya dengan “semangat kapitalisme” rupanya suatu teori yang sangat menarik perhatian para ilmuwan sosial hingga sekarang (Taufik Abdullah, 1982: 4).

Menurut pengamatan Weber di  kalangan Protestan sekte Calvinis, kerja keras adalah suatu keharusan bagi setiap manusia untuk mencapai kesejahteraan. Kerja keras ini  merupakan panggilan rohani untuk mencapai kesempurnaan hidup, sehingga mereka dapat hidup lebih baik secara ekonomi.

Dengan bekerja keras serta hidup hemat dan sederhana para pengikut ajaran Calvin tidak hanya hidup lebih baik tetapi mereka mampu pula menfungsikan  diri mereka sebagai wiraswasta yang tangguh dan menjadikan diri mereka sebagai tulang punggung dari sistem ekonomi kapitalis (Mubyarto, 1991: 2). Tidak hanya sekte Calvinis yang memberikan motivasi orang untuk bergerak dalam bidang ekonomi, hampir semua agama memberikan dorongan untuk bekerja keras, berdagang atau berbisnis.

Tuesday, January 17, 2012

Teknik Analisis Data

Analisis Isi

Analisis isi (Content Analysis) adalah tekhnik penelitian untuk membuat inferensi inferensi yang dapat ditiru (replicable), dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya. Analisis isi berhubungan dengan komunikasi atau isi komunikasi. Logika dasar dalam komunikasi, bahwa setiap komunikasi selalu berisi pesan dalam sinyal komunikasinya itu, baik berupa verbal maupun nonverbal. Sejauh ini, makna komuniaksi menjadi amat dominan dalam setiap peristiwa komunikasi.

Sebenarnya analisis isi komunikasi amat tua umurnya, setua umur manusia. Namun, penggunaan teknik ini diintoduksikan di bawah nama analisis isi (content analysis) dalam metode penelitian tidak setua umur penggunaan istilah tersebut. Tuanya umur penggunaan analisis isi dalam praktik kehiudupan menusia terjadi karena sejak ada manusia di dunia, manusia saling menganalisis makna komunikasi yang dilakukan antara satu dengan lainnya. Gagasan untuk menjadikan analisis isi sebagai teknik penelitian justru muncul dari orang seperti Bernard Berelson (1959). Ia telah menaruh banyak perhatian pada analisis isi.

Berelson mendefinisikan analisis isi dengan: content anlysis is a research technique for the objective, systematic, and quantitative description of the manifest content of communication. Tekanan Berelson adalah menjadikan analisis isi sebagai teknik penelitian yang objektif, sistematis, dan deskripsi kuantitatif dari apa yang tampak dalam komunikasi. Kendatipun banyak kritik yang dapat kita sampaikan pada definisi Berlson sehubungan perkembangan analisis isi sampai hari ini, namun catatan mengenai objektif dan sistematik dalam menganalisis isi komunikasi yang tampak dalam komunikasi, menjadi amat penting utnuk dibicarakan saat ini.

Tuesday, September 27, 2011

Model Sukses Jepang

Dari bagan Model Sukses Jepang diketahui semua inputyang masuk dalam perusahaan Jepang yang terbukti kompetitif semuanya tentang Lingkungan (Environment) yang terdiri :
a.Lingkungan Sosiokultural ( Budaya Masyarakat )
b.Lingkungan Bisnis dan Pemerintah (Konjungsi)
c.Lingkungan Domestik berdaya saing
d.Lingkungan Organisasi
Sudah banyak definisi mengenai Aspek Lingkungan dalam manajemen namun dalam hal ini kami kemukakan lagi definisinya Lingkungan Manajemen ditilik dari Logika Matematik :
Lingkungan : boleh dikatakan adalah suatu wahana interaksi kejadian-kejadian bebasyangmempunyaibatas-batastertentu yang diasumsikan terlebih dahulu.
Sedangkan Lingkup Sosiokultural (seperti bagan terlampir) diartikan sebagai interaksi ciri khas kebudayaan dengan sistim pendidikan
Jadi Lingkungan Sosiokultural
Adalah interaksikejadian-kejadian bebas yang ada dalam ciri khas kebudayaan dan kejadian-keajdian bebas dalam sistim pendidikan pada suatu wahana tertentu.
Dalam hal ini ciri khas bisa diartikan dengan sesuatu yang tidak berbeda dari dirinya sendiri , self identikal , bisa dijelaskan bahwa ciri-khas A yaitu untuk segala sesuatu sedemikian rupa sehingga jika dan hanya jika segala sesuatu itu bagian dari ciri-khas maka segala sesuatu itu bagian dari A. (A = kebudayaan,dll)
Kejadian bebas di Indonesia yang mempunyai ciri khas sosiokultural yang kompetitif mengglobal salah satu contohnya adalah budaya Bali. Dari definisi diatas diketahui pulau Bali merupakan Wahana yang terbatas, kejadian-kejadian pendidikan non-formil turun-temurun diterangkan dengan Logika Ancestral merupakan self identikal , unik, mempunyai ciri khas monopolistik karena substitusi identitas non Bali terhadap Bali bisa ditekan , sehingga tidak signifikan mengakibatkan Bali yang berbeda dari Balinya sendiri. Dalam upayanya mencegah substitusi identitas non Bali yang mengarah keHimpunan Kosong yang tidak mempunyai anggota, telah dilakukan contohnya Upacara Nyepi satu hari dimana tidak boleh sama sekali menyalakan api, yang secara metatheorema seperti Jepang yang berusaha melarang barang-barang import masuk Jepang.
Lingkungan Institusi Pemerintahan dan Institusi Bisnis
Jika substitusi adalah memasukkan kejadian-kejadian bebas diantara dua kondisi, maka institusi adalah kejadian-kejadian bebas yang ada dan timbul didalam dirinya sendiri yang merupakan eksistensial kuantifier.
Kejadian antara Pemerintahan dan Bisnis yang berpasangan
(DPU dengan Kontraktor/Gapensi, Kesehatan dan Detailer, Hankam dan Perum Dahana, Depdikbud dengan kalangan industri, dll) juga yang mempunyai Relasi maupun Fungsi. Sedemikian rupa sehingga mempunyai keunggulan kompetitif. Pegawai negeri, siswa sekolah, karyawan, usahawan berinteraksi dengan kejadian bebas disekelilingnya yang self identikal , unik, terkuantifier, ciri khas budaya yang solid tidak mudah disubstitusi pihak luarsemuanya ini menjadi sebuah paradigma .
Secara logika tidaklah sulit mencari pasangan, relasi, dan fungsi himpunan kejadian-kejadian yang merupakan ciri khas budaya seperti contohnya : Laut – biota – nelayan – koperasi – perkreditan – siswa-siswa institut perkapalan – fakultas biologi – tehnik penyehatan – industri instrumentasi – pemerintah daerah – LSM dan seterusnya. Pelajaran-pelajaran mencari pasangan, relasi, fungsi ini secara mudah bisa dijadikan kurikulum sejak TK,SD,SMP nelayan…dst, sekaligus mengalami kejadian-kejadiannya dengan membuktikannya dengan kunjungan lapangan dan menuliskan kesan-kesan yang diperolehnya secara bebas dan logis, jika tidak terlalu bombastis bisa dikatakan brain storming nasional. Apabila kejadian-kejadian sederhana tersebut dihimpun sedikit demi sedikit berakumulasi dan dikuantifikasikan mudah-mudahan inilah jalan salah satu jalan keluar dari krisis yang berkepanjangan. Interaksi Pemerintahan dan Bisnis dalam harmoni logika matematik.
Lingkungan berdaya saing
Interaksi kejadian-kejadian bebasdalam persaingan domestikbila dikuantifikasikan dalam bentuk bilangan-bilangan misalkan berapa jenis produk per tiapperusahaan dengan kategori self identikal dalm satu periode yang sarat relasi dan fungsimempunyai ratio yang semakin lama semakin tinggi (intensitas) , memiliki daya saing karena unik dengan intensitas relasi dan fungsi yang tinggi tidak ada barang substitusinya contoh : teleskop satelit, kepala jembatan sosrobahu, teh sosro, jamu jawa, minyak kayu-putih, rempah-rempah, industri rotansudah pasti kompetitif di bidangnya. Membangun suasana lingkungan berdaya saing ini, dibutuhkan filsafat dasar logika matematika.

KAIZEN : “Just In Time Manajemen Jepang”

Rate This
Karena tidak ada paku, ladam hilang. Karena tidak ada ladam kuda hilang. Karena tidak ada kuda, jenderal hilang. Karena tidak ada jenderal, tentara hilang. Karena tidak ada tentara, pertempuran kalah. Karena kalah dalam pertempuran, perang kalah. Karena kalah perang, Negara hilang. Karena semua itu karena tidak ada paku
(Sheila cane, 1998:265)
LECTURE RESUME’S – Puisi lama yang dikutif Sheila cane mengungkapkan sesuatu berasal dari benda yang terlihat sepele, begitu juga dlam prinsip kaizen bahwa biasanya hal-hal yang kecil justru yang menyebabkan kehancuran besar.
Seiring dengan perkembangan ekonomi Negara Kekuatan kuning (Jepang China, dan Korea) yang laju pertumbuhan ekonominya melesat jauh seperti yang dilakukanJepang pasca kekalahan perang dari Sekutu (Amerika) dengan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki berhasil merombak dengan Restorasi Meji-nya yang terkenal. Begitu juga Cina walau agak terlmbat dengan memadukan ideologi komunis dalam bernegara dan ekonomi kapitalis dalam penataan ekonomi dan hasilnya sangat menakjubkan, cina termsuk Negara yang tingkat pertumbuhan ekonominya tercepat didunia. Begutuy juga korea lebih mengadopsi jepang sebagai mantan induk semangnya. Tapi kehadiran Negara kuning ini, Setidaknya bisa memberikan dukungan global terhadap kekuatan ras kuning Asia untuk bersaing secara global dengan Negara barat lainnya.
Istilah kaizen atau Just in Time ini kerap kali digunakan sebagai salah satu strategi perbaikan dalam manajemen kualitas dan alternative management yang selama ini didominasi oleh Negara barat dan Amerika, namun dalam perkembangannya system manajemen ini mendapat perhatian para analis manajemen setelah melihat perkembangan yang pesat ekonomi jepang yang kerap kali merepotkan hegemoni amerika dalam percaturan ekonomi global.

Print Postingan